KEMBALILAH PADAKU
Genre = Drama,Friendship,Romance
WARNING = ~agak Gaje,banyak flashback~
Like and Comment-nya PLEASE
------------------------------ ---------------
Radit menulusuri jalan setapak yang menuju ke rumahnya, ia kini sedang berjalan menuju ke rumah. Kepalanya menunduk, wajahnya lesu, pikirannya campur aduk.
'Mengapa sih?! harus ada masalah seperti ini!' Kata Radit dalam hati
Radit berhenti berjalan, ia mendangakkan kepalanya. Melihat langit nan biru yang terhias awan putih. Ia memperhatikan gerak awan putih itu. Perlahan...lahan.. bergerak..
Radit menatap jalan di depannya, kampung rumah yang sepi, hanya 2 orang saja yang lewat bergandengan tangan dan sedang tertawa bahagia.
#Flashback
"Radit...!!" Panggil tetangganya yang sudah sangat akrab, "hihihi.. kamu tau tidak?!"
Jari telunjuk tetangganya kini sudah menempel di hidung Radit, Radit hanya bingung, kemudian menjawab dengan cuek "Tidak"
"Yah.. kamu kan KUDET jadinya gitu deh " Kata tetangganya bernama Rina itu, "jadi gini loh.. nanti,ada pesta keren.. karena getar luar biasa loh!! ntar katanya akan ini bergetar.. dan ada cahaya keren di langit!!"
"eh?" Hanya itu yang keluar dari mulut Radit, "aku ga mudeng sama yang kamu bicarain"
Radit kemudian pergi dari Rina tetangganya yang kaya raya, ayahnya Rina yang berpengetahuan luas dan ibunya bekerja seorang guru.
"eh RADITTT.." Teriak Rina, "Jangan Pergi!! kamu ikut ga pesta itu??.."
"Tau MASA BODOH.. mana ada pesta itu?!" Kata Radit keras, lalu tetap berjalan..
#End Flashback
Radit menggelengkan kepalanya, berusaha melupakan kejadian 2 tahun yang lalu yang terus teringat dalam pikirannya. Kemudian Radit, meneruskan perjalanannya.
Hingga sampainya di rumah, rumah yang hancur , sepi, tak berpintu, jendela yang pecah, lantai yang kotor.
"...rin..." gumam Radit, yang berdiri di depan rumahnya. Radit teringat kembali kapan ia bermain main berasama tetangganya dirumahnya.
#Flashback
"Hahaha...Radit! kamu ketahuan!!" Kata Rina, berhasil menemukan Radit yang bersembunyi, "walau kamu main petak umpet dirumahmu pun tetap saja kau ketahuan..hihihi"
"Huh.. iya iya aku memang nggak pandai bermain!" Kata Radit, lalu bertanya "lagipula siapa yang aneh anak kelas 5 SD pun masih bermain ini"
"Radit.. radit.. Habis aku kan bukan cowok yang main kelereng" Kata Rina sambil melet
"Udah Rin.. kamu gausah ngomong lagi.Bikin pusing!!" Kata Radit lalu pergi .. *lagi?*
"Ihh.. Radit.." Lirih Rina, lalu ia melihat bola sepak di halaman rumah Radit itu. karena sebal ia menendangnya asal..
PRAANGGG...
Rina terkejut begitupula Radit yang berhenti berjalan dan membalikkan tubuhnya, tendangan bola dari Rina ternyata mengenai kaca jendela rumah Radit.
"Aduuh.. Dit, maaf ya " Kata Rina, " ehm.. tadi aku cuman sebel aja aku tendang gitu-tapi aku ganti kok Dit"
"yayaya.. udah gausah diganti.. Biar gitu aja" Kata Radit tersenyum, Rina bingung Radit tidak marah justru tersenyum. Bahkan Radit sendiri bingung mengapa tersenyum.
#End Flashback
"Rin.. aku tidak akan melupakan itu.." gumam Radit lagi dan memasuki rumahnya yang kotor itu.
Radit duduk di kursi dan mengambil foto masa SD nya bersama Rina memakai baju putih-merah itu.
"Andai saja kau disini Rin.." Kata Radit, kemudian meletakkan foto itu lagi, "kita pasti punya foto putih-biru.."
#Flashback
"RINAA!!!" Teriak Radit memanggil Rina di depan rumah Rina yang berpagar besi tinggi itu.
Kira kira sudah 1 jam Radit berdiri di depan rumah Rina memanggil nama Rina berulang kali, namun tidak ada jawaban dari Rina sama sekali.
"OI.. BOCAH!! Apaan berdiri disitu teriak teriak?!! GANGGU ORANG TIDUR AJE!" Teriak tetangga dpan rumah Rina, tak lain Bang Joko itu.
"Bang.. Rina nya kemana?? Pergi ya bang?!" Tanya Radit ke Bang Joko yang masih di jendela rumahnya mengeluaran kepalanya.
"Dasar BOCAH!! Mau ELU PANGGIL BERAPA KALI PUN DIA GAK JAWAB!! ORANG pindahan" Teriak Bang Joko yang nadanya naik turun itu.
Radit terkejut mendengar kata Bang Joko itu, lalu ia ingin bertanya lagi kepada Bang Joko. Namun jendela Bang Joko sudah tertutup. Radit bingung mengapa Rani pindah, dan sejak kapan.
#Flashback END
"Walaupun, kamu tak pindah pun aku rasa aku tak akan pernah mendapatkan foto putih-biru" Kata Radit memandang sekeliling rumahnya.
"RIN!!.. aku harus bilang apaa??!! Kalau aku tak punya teman lagi!!" Kata Radit keras,sedih.. Air mata laki-laki itu keluar.
"Rin..." gumam Radit
#Flashback
Penerimaan Rapot serta pelepasan dari SD
Orang Tua tiri Radit datang terlambat ke sekolah, tapi masih bisa mengambil rapot itu. dan tentunya dengan surat tamat belajar.
Orang tua Radit kecewa berat, karena melihat hasil NEM Radit yang hanya sedikit. Baik tiri maupun tidak, mereka semua marah kepada Radit.
Jelas marah, NEM Radit hanyalah 16,50 saja. Kalau tidak masuk ke sekolah swasta , mungkin tidak akan masuk. Namun kondisi keuangan keluarga Radit ini sangat kurang. Tentunya sulit untuk memasukkan Radit ke sekolah swasta.
Akhirnya Radit ditinggal sendiri, orang tuanya pergi entah kemana. Kalau mau jujur, Radit tidak bisa fokus mengerjakan karena yang dipikirkan hanyalah Rina. Baginya sahabatnya, dan mungkin juga orang yang dicintainya dari kecil.
Walau Radit tidak tau menahu tentang urusan 5 kata ini, tapi ia merasa yakin kalau ia sedang merasakannya.
Radit berjalan keluar sekolah sendirian, jelas tanpa orangtuanya. Ia melihat Rina. Radit mengucek matanya, mencubit pipinya. Tapi, ini benar nyata bukan mimpi.
Radit melihat Rina bahagia, namun Radit melihat sisi lain Rina. Rina terlihat sedih. Radit bingung, karena kemarin kemarin ia melihat Rina tiada di rumah.
Radit berfikir, 'mungkin ia hanya menyelesaikan sekolah ini. dan berlanjut di SMP luar kota'. dan ia melangkah keluar.
#Flashback END
"huah.. buat apa aku mengingat kejadian 2 tahun yang lalu, 1 tahun yang lalu..!!" Kata Radit , "sebentar lagi Rina akan kelas 8"
Radit berdiri lemas, kemudian ia berteriak "I LOVE YOUUUU,, RINAA!!"
PRAANG.. PRANGG.. CCRANG.
Terdengar suara kaca yang pecah dari arah luar rumah, Radit menengok ke tempat yang harusnya berpintu itu. Berdiri seorang perempuan cantik yang menjatuhkan benda yang terbuat dari kaca, rambutnya dikuncir kuda.
"Radit..." gumam perempuan itu.
"Rinaa.." gumam Radit, ya perempuan itu Rina.
Radit berjalan ke arah Rina, kemudian memeluk Rina . Juga Rina membalas pelukan Radit.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Tanya Rina melepas pelukannya
"Aku tidak sekolah.." Jawab singkat Radit, "dan kenapa kamu pergi meninggalkanku Rin?"
"Radit.. maaf aku belum cerita padamu sebelumnya.." Kata Rina menunduk, "maafkan aku"
Radit memperhatikan Rina, banyak perubahan pada Rina. Dari penampilannya, dulu ia suka rambut pendek. dan.. dari nada bicaranya yang tidak naik turun, dan kata yang sudah mulai mudah dicerna oleh pendengar.
"apakah kau sekolah di tempat yang indah?" Tanya Radit pelan
"ya" Jawab singkat Rina.
"Itu merubahmu Nona manis.. " Kata Radit, "Kau pasti tidak akan menerimaku menjadi...."
"Tentu saja aku menerimamu Lelaki bodoh!! " Kata Rina tersenyum mengejek.
Radit membeku di tempat, tidak salah mendengar perkataan tadi. Kalau Rina menerimanya.
"Kurasa aku butuh cotton buds, telingaku tidak beres!" Kata Radit ia memalingkan wajahnya. karena ia merasa wajahnya memerah.
"Itu perasaanmu saja yang tidak beress " Kata Rina tertawa
"Jadi??" Tanya Radit menatap Rina,
"SUDAH KU BILANG... " Kata Rina keras, "KUTERIMA!!"
------TAMAT-------
Comment donk, buat kritik/saran dll..
Thanks yang udh baca oke?
Genre = Drama,Friendship,Romance
WARNING = ~agak Gaje,banyak flashback~
Like and Comment-nya PLEASE
------------------------------
Radit menulusuri jalan setapak yang menuju ke rumahnya, ia kini sedang berjalan menuju ke rumah. Kepalanya menunduk, wajahnya lesu, pikirannya campur aduk.
'Mengapa sih?! harus ada masalah seperti ini!' Kata Radit dalam hati
Radit berhenti berjalan, ia mendangakkan kepalanya. Melihat langit nan biru yang terhias awan putih. Ia memperhatikan gerak awan putih itu. Perlahan...lahan.. bergerak..
Radit menatap jalan di depannya, kampung rumah yang sepi, hanya 2 orang saja yang lewat bergandengan tangan dan sedang tertawa bahagia.
#Flashback
"Radit...!!" Panggil tetangganya yang sudah sangat akrab, "hihihi.. kamu tau tidak?!"
Jari telunjuk tetangganya kini sudah menempel di hidung Radit, Radit hanya bingung, kemudian menjawab dengan cuek "Tidak"
"Yah.. kamu kan KUDET jadinya gitu deh " Kata tetangganya bernama Rina itu, "jadi gini loh.. nanti,ada pesta keren.. karena getar luar biasa loh!! ntar katanya akan ini bergetar.. dan ada cahaya keren di langit!!"
"eh?" Hanya itu yang keluar dari mulut Radit, "aku ga mudeng sama yang kamu bicarain"
Radit kemudian pergi dari Rina tetangganya yang kaya raya, ayahnya Rina yang berpengetahuan luas dan ibunya bekerja seorang guru.
"eh RADITTT.." Teriak Rina, "Jangan Pergi!! kamu ikut ga pesta itu??.."
"Tau MASA BODOH.. mana ada pesta itu?!" Kata Radit keras, lalu tetap berjalan..
#End Flashback
Radit menggelengkan kepalanya, berusaha melupakan kejadian 2 tahun yang lalu yang terus teringat dalam pikirannya. Kemudian Radit, meneruskan perjalanannya.
Hingga sampainya di rumah, rumah yang hancur , sepi, tak berpintu, jendela yang pecah, lantai yang kotor.
"...rin..." gumam Radit, yang berdiri di depan rumahnya. Radit teringat kembali kapan ia bermain main berasama tetangganya dirumahnya.
#Flashback
"Hahaha...Radit! kamu ketahuan!!" Kata Rina, berhasil menemukan Radit yang bersembunyi, "walau kamu main petak umpet dirumahmu pun tetap saja kau ketahuan..hihihi"
"Huh.. iya iya aku memang nggak pandai bermain!" Kata Radit, lalu bertanya "lagipula siapa yang aneh anak kelas 5 SD pun masih bermain ini"
"Radit.. radit.. Habis aku kan bukan cowok yang main kelereng" Kata Rina sambil melet
"Udah Rin.. kamu gausah ngomong lagi.Bikin pusing!!" Kata Radit lalu pergi .. *lagi?*
"Ihh.. Radit.." Lirih Rina, lalu ia melihat bola sepak di halaman rumah Radit itu. karena sebal ia menendangnya asal..
PRAANGGG...
Rina terkejut begitupula Radit yang berhenti berjalan dan membalikkan tubuhnya, tendangan bola dari Rina ternyata mengenai kaca jendela rumah Radit.
"Aduuh.. Dit, maaf ya " Kata Rina, " ehm.. tadi aku cuman sebel aja aku tendang gitu-tapi aku ganti kok Dit"
"yayaya.. udah gausah diganti.. Biar gitu aja" Kata Radit tersenyum, Rina bingung Radit tidak marah justru tersenyum. Bahkan Radit sendiri bingung mengapa tersenyum.
#End Flashback
"Rin.. aku tidak akan melupakan itu.." gumam Radit lagi dan memasuki rumahnya yang kotor itu.
Radit duduk di kursi dan mengambil foto masa SD nya bersama Rina memakai baju putih-merah itu.
"Andai saja kau disini Rin.." Kata Radit, kemudian meletakkan foto itu lagi, "kita pasti punya foto putih-biru.."
#Flashback
"RINAA!!!" Teriak Radit memanggil Rina di depan rumah Rina yang berpagar besi tinggi itu.
Kira kira sudah 1 jam Radit berdiri di depan rumah Rina memanggil nama Rina berulang kali, namun tidak ada jawaban dari Rina sama sekali.
"OI.. BOCAH!! Apaan berdiri disitu teriak teriak?!! GANGGU ORANG TIDUR AJE!" Teriak tetangga dpan rumah Rina, tak lain Bang Joko itu.
"Bang.. Rina nya kemana?? Pergi ya bang?!" Tanya Radit ke Bang Joko yang masih di jendela rumahnya mengeluaran kepalanya.
"Dasar BOCAH!! Mau ELU PANGGIL BERAPA KALI PUN DIA GAK JAWAB!! ORANG pindahan" Teriak Bang Joko yang nadanya naik turun itu.
Radit terkejut mendengar kata Bang Joko itu, lalu ia ingin bertanya lagi kepada Bang Joko. Namun jendela Bang Joko sudah tertutup. Radit bingung mengapa Rani pindah, dan sejak kapan.
#Flashback END
"Walaupun, kamu tak pindah pun aku rasa aku tak akan pernah mendapatkan foto putih-biru" Kata Radit memandang sekeliling rumahnya.
"RIN!!.. aku harus bilang apaa??!! Kalau aku tak punya teman lagi!!" Kata Radit keras,sedih.. Air mata laki-laki itu keluar.
"Rin..." gumam Radit
#Flashback
Penerimaan Rapot serta pelepasan dari SD
Orang Tua tiri Radit datang terlambat ke sekolah, tapi masih bisa mengambil rapot itu. dan tentunya dengan surat tamat belajar.
Orang tua Radit kecewa berat, karena melihat hasil NEM Radit yang hanya sedikit. Baik tiri maupun tidak, mereka semua marah kepada Radit.
Jelas marah, NEM Radit hanyalah 16,50 saja. Kalau tidak masuk ke sekolah swasta , mungkin tidak akan masuk. Namun kondisi keuangan keluarga Radit ini sangat kurang. Tentunya sulit untuk memasukkan Radit ke sekolah swasta.
Akhirnya Radit ditinggal sendiri, orang tuanya pergi entah kemana. Kalau mau jujur, Radit tidak bisa fokus mengerjakan karena yang dipikirkan hanyalah Rina. Baginya sahabatnya, dan mungkin juga orang yang dicintainya dari kecil.
Walau Radit tidak tau menahu tentang urusan 5 kata ini, tapi ia merasa yakin kalau ia sedang merasakannya.
Radit berjalan keluar sekolah sendirian, jelas tanpa orangtuanya. Ia melihat Rina. Radit mengucek matanya, mencubit pipinya. Tapi, ini benar nyata bukan mimpi.
Radit melihat Rina bahagia, namun Radit melihat sisi lain Rina. Rina terlihat sedih. Radit bingung, karena kemarin kemarin ia melihat Rina tiada di rumah.
Radit berfikir, 'mungkin ia hanya menyelesaikan sekolah ini. dan berlanjut di SMP luar kota'. dan ia melangkah keluar.
#Flashback END
"huah.. buat apa aku mengingat kejadian 2 tahun yang lalu, 1 tahun yang lalu..!!" Kata Radit , "sebentar lagi Rina akan kelas 8"
Radit berdiri lemas, kemudian ia berteriak "I LOVE YOUUUU,, RINAA!!"
PRAANG.. PRANGG.. CCRANG.
Terdengar suara kaca yang pecah dari arah luar rumah, Radit menengok ke tempat yang harusnya berpintu itu. Berdiri seorang perempuan cantik yang menjatuhkan benda yang terbuat dari kaca, rambutnya dikuncir kuda.
"Radit..." gumam perempuan itu.
"Rinaa.." gumam Radit, ya perempuan itu Rina.
Radit berjalan ke arah Rina, kemudian memeluk Rina . Juga Rina membalas pelukan Radit.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Tanya Rina melepas pelukannya
"Aku tidak sekolah.." Jawab singkat Radit, "dan kenapa kamu pergi meninggalkanku Rin?"
"Radit.. maaf aku belum cerita padamu sebelumnya.." Kata Rina menunduk, "maafkan aku"
Radit memperhatikan Rina, banyak perubahan pada Rina. Dari penampilannya, dulu ia suka rambut pendek. dan.. dari nada bicaranya yang tidak naik turun, dan kata yang sudah mulai mudah dicerna oleh pendengar.
"apakah kau sekolah di tempat yang indah?" Tanya Radit pelan
"ya" Jawab singkat Rina.
"Itu merubahmu Nona manis.. " Kata Radit, "Kau pasti tidak akan menerimaku menjadi...."
"Tentu saja aku menerimamu Lelaki bodoh!! " Kata Rina tersenyum mengejek.
Radit membeku di tempat, tidak salah mendengar perkataan tadi. Kalau Rina menerimanya.
"Kurasa aku butuh cotton buds, telingaku tidak beres!" Kata Radit ia memalingkan wajahnya. karena ia merasa wajahnya memerah.
"Itu perasaanmu saja yang tidak beress " Kata Rina tertawa
"Jadi??" Tanya Radit menatap Rina,
"SUDAH KU BILANG... " Kata Rina keras, "KUTERIMA!!"
------TAMAT-------
Comment donk, buat kritik/saran dll..
Thanks yang udh baca oke?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar